Wednesday, August 05, 2009

why do we never know what we've got till it's gone

kulihat daun berguguran sebelum waktunya datang,
dan pelangi mendadak menghilang dari atas sana


ps:
menujumu, tak sampai sampai aku.....

Read More......

Saturday, July 04, 2009

Rapuh

"tak perlu dijelaskan..katanya.."

"ketakutannya tentang gelap.."

"kelamnya mata yang terpejam"

"tanya tanpa jawab..."

dialah yang berdiri saat hujan dikala senja..

yang mengintip dibalik jendela tanpa jeda..

yang tak peduli gemericik air dalam genangan..

sangat terlalu hingga seperti mati rasa..

tidak menangis katanya..

tetapi lembab matanya

tidak cinta katanya..

basah juga pipinya

membenci setangah mati..

terasa hangat mengalir dipipi

rindu pikirnya..

terasa rapuh dan bergetar bibirnya..

Read More......

Wednesday, June 17, 2009

Bersama.. itu saja

bersama....
itu janji kita,

jalani, itu saja..
walau kadang kau dan aku merasakan penat..yang tak terperikan lagi,
berat..tapi kita tetap melangkah, terus...melalui segala yang tersaji didepan mata

lantas...menampal perahu kecil kita yang dipenuhi oleh bocor disana sini
kadang menepi sejenak menunggu badai mereda,

sungguh....laut ini masih sangatlah luas...
aku bersamamu dengan segala upaya kita,
menuju ke seberang sana,

bersama...
itu saja

Read More......

Tuesday, December 02, 2008

.....

i'm standing on the bridge,
i'm waiting in the dark,
I'd thought that you be here
right now...

Cause..
There's nothing but the rain
No Footstep on the ground,
I'm listening but..
there's no sound

I'm looking for a place
I'm searching for a face
Cause nothing's going right
and everything a mess
and . . . .
NO ONE LIKE TO BE ALONE

Isn't anyone trying to find me?
won't somebpdy come take me home?

It's a damn cold night,
I'm triying to figure out this life
Won't you take me by your hand,
and take me to somewhere new?

why does everything so confusing
maybe i'm just out of my mind...





Read More......

mungkin

aku suka lagu ini...


Mungkin aku bisa bercinta dengan kamu
Kendati kata kata mu selalu
Menusuk jantung melukai ku

Mungkin ku mau memaafkan mu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskan mu dari kata pisah

Mungkin sang fajar dan sayap burung burung patah
Menyaksikan kita berseteru
Slalu tak pernah damai

Mungkin cintaku terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama...

Mungkin....

Read More......

Sunday, November 23, 2008

Virus Transfer Protocol



Judul yang aneh, biasanya sih kita lebih akrab dengan yang namanya FTP atau File transfer protocol, yaitu suatu protokol yang digunakan untuk mentransfer file-file tertentu melalui suatu aplikasi tertentu, nah kalau Virus transfer protocol apa? ini adalah bahasa karanganku sendiri : yaitu suatu protokol yang digunakan untuk mentranfer virus melalui media-media tertentu, . Medianya apa? bisa banyak, udara, tangan yang tidak dicuci, dll, dsb. nah berbicara mengenai virus aku sekarang lagi kena virus flu, badanku jadi gak enak banget, maunya tidur. kalau aku sakit, aku pernah dikasih tau, supaya tidak terlalu sering mengkonsumsi obat -obatan kimiawi, apalagi jika sakitnya tergolong ringan dan dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, katanya sih obat-obatan kimiawi kurang bagus buat ginjal, apa iya ya? dianjurkan sih yang tradisional, seperti wedang jahe, teh hangat, rebusan herbal dll. Tapi setelah aku berusaha mengistirahatkan badan dan pikiran, disertai mengkonsumsi makanan yang teratur, ternyata malah belum mulai membaik, malah akhirnya aku merasa makin lemah, dalam keadaan seperti ini semangat nge-blog juga belum hilang, walaupun melihat dimonitor tulisannya seperti berbayang, tapi aku tetap mau nulis juga,

Biasanya kalau aku lagi sakit flu disertai demam, dengan beristirahat yang cukup dan minum air putih yang banyak, badanku sudah mulai baikan, tapi kalau belum sembuh juga, biasanya sih minum obat yang berfungsi sebagai antipretik atau analgesic, aku biasa minum paracetamol.
tapi kalau belum juga membaik, aku biasanya ke dokter di puskesmas, mengapa puskesmas?? karena lokasinya yang paling dekat dengan rumah, dan aku bisa gunain kartu asuransi kesehatanku , sebenernya ada juga dokter yang praktek didekat rumah, tapi aku lebih suka ke puskesmas. Nah dulu aku pernah sakit dan berobat sendiri ke puskesmas, karena ga mau ngerepotin orang yg dirumah akhirnya aku berangkat ke puskesmas, sendirian.

Sampai di puskesmas, ada seorang ibu-ibu duduk didekatku, yang membawa anaknya dalam gendongan, sepertinya anaknya mengidap sakit kulit, kondisinya menyedihkan sekali, sekujur badannya penuh dengan koreng, si anak masih kecil sekali, kira-kira umurnya 1 tahun lebih. Si ibu ternyata sudah mengantri dari pagi, dia bilang padaku kalau seminggu ini sedang ada program berobat gratis, jadi dia rela mengantri untuk kesembuhan anaknya dikarenakan tidak punya uang untuk berobat. Aku sering sedih kalau dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, ada masyarakat yang tidak mampu membayar biaya berobat, hal -hal kecil yang cukup membuat hati jadi miris.

ketika aku berobat puskesmas, ada hal-hal yang membuatku tersentuh ketika aku berada disana, ada semacam atmosfir yang berbeda, aku seakan bisa merasakan aroma kepedihan, kesakitan mereka. dan hal- hal seperti itu membuatku lebih menghargai hidup, ternyata harta yang tak ternilai harganya adalah kesehatan, yang terkadang kita lupakan disaat kita sedang tidak sakit.


Ditulis ketika flu ,
suhu ruangan kerja 18 derajat...
i feel so cold.

Read More......

Friday, November 21, 2008

50 x 2 = ??

mirip kejadian yang sering aku alamin tiap hari....
no hurt feeling please, just trying to make you smile


****
Anggota DPR : “Mba, Laptop saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”
Customer service : “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR : “Saya ketik www.playboy.com, gambarnya nggak keluar.”
Customer service : “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR : “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com
di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”
Customer service : “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”
Anggota DPR : “Pakai gambar yg ada tulisan e (maksudnya internet explorer).”
Customer service : “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa,
lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya salah.”
Anggota DPR : “ISP itu apa sih mba?”
Customer service : “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR : “Apa tuh mba?”
Customer service : “CEPE’ DEH!!”

******

Anggota DPR : “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?”
Customer service : “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR : “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi morten 8 karakter”
Customer service : “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR : “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR : “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pake angka 8 atau ejaan delapan?”
Customer service : “Maksudnya?”
Anggota DPR : “Saya suda tulis di kolom passwordnya ‘minimal 8 huruf’, tapi bingung mau
tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf ‘delapan’.”
Customer service : “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR : “Apa tuh?”
Customer service : “CAPE’ DEH !!!”

****

Anggota DPR : “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
Customer Service : “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR : “Sebelah mana tuh mba?”
Customer Service : “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar.”
Anggota DPR : “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin.”
Customer Service : “Kok bisa patah?”
Anggota DPR : “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”

******

Anggota DPR : “Laptop saya rasanya kena virus”
CS : “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR : “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer.”
CS : “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR : “Settingnya udah bener kok, kemarin bisa nyetak, ga bisa mbak
Saya sudah tunjukkin printernya depan laptop, tetap aja dia terus-terusan
“searchng printer not found.” Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”
CS : “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR : “Lho..kok begitu?”
CS : “TAPE DEH !!!!”
********


Read More......

Thursday, November 20, 2008

Lagi.. untuk entah















Kita simpan saja baik-baik rindu itu
Agar ketika kita inginkan ia hadir lagi nanti,
rindu itu masih berseri.
Nanti.......
Apakah rindu akan berarti?

Sore itu kita bertemu. Duduk berhadapan.
Setelah sekian lama waktu dan jarak tergantang.
Dan kita saling bicara.
Dalam hati.

“Apa kabarmu? Lama tak bertemu.”
“Aku baik-baik saja”, walau tidak bahagia.
Lalu sunyi lagi berdengung.
Memepat kata-kata...

“Kau menulis, sekarang?”
“Ya, seperti dulu dirimu”, yang tak pernah ingin aku tahu.
“Itukah buku yang kau tulis?”
“Bukan”
Bukan Ini buku yang pernah kita tulis tanpa kita sadari.

Kau lihatlah buku ini. Bukalah lembar demi lembarnya.
Ada kenangan tentang kita di sana, serupa kumpulan naskah,
dan setiap helai mulai menguning...

Dapatkah kau baca?
Dapatkah kau tangkap rasa?
Apakah rindu tertulis?

Rindu...ahh.. entah untuk apa.
Bila telah habis kau baca,
kau temukanlah lembar-lembar kosong di paling belakang.

Pernah kau pikirkah,
mengapa ada buku yang meninggalkan lembar-lembar kosong
setelah cerita berakhir?

Untuk apa kau ada di sini?
Kepedihan?
Kekalahan?

Kita buang saja buku ini.
Bagaimana menurutmu?

Atau kita lanjutkan kisah kita di lembar-lembar kosong belakang buku itu?
Atau kita ambil buku kosong yang lain saja?
Atau kita curi buku milik orang lain
dan kita coret-coret muka kita di lembar-lembar kosong mereka?
Kau tahu rasanya, bukan?
Itu sebab kau ada di sini.

Malam mengendap-endap turun.
Kitapun lalu punah.
Karena yang duduk berhadapan sejak sore di situ,
hanya bayangan.

kemudian kau gumpalkan ia.
rindu itu.
bulat-bulat


Read More......

Wednesday, November 19, 2008

Disudut kecil ketika banjir


Pagi ini, hujan kembali mengguyur kotaku, jalanan yang memang selalu macet pada saat jam hari kerja, kembali digenangi banjir, Ya.. banjir karena luapan air got yang tidak kuasa menampung curah hujan yang sangat deras, disudut - sudut jalan tampak tidak terlalu ramai, anak - anak yang hendak berangkat sekolah menunggu di pinggiran jalan memakai jas hujan dan payung, pedagang bubur ayam didepan gang sepertinya tidak jualan pagi ini, mungkin karena hujan juga, aku pun yang sudah bersiap berangkat kerja terpaksa menggulung celana hingga selutut karena hujan membuat jalanan didepan rumah menjadi tergenangi air, setinggi setengah lutut orang dewasa, beginilah yang selalu terjadi jika hujan deras mengguyur kotaku selama beberapa jam.

Lalu bercerita banjir, mengingatkanku akan sebuah kenangan dimasa kecil. Kenangan ketika banjir yang terjadi di desa nenek, kenangan akan banjir bandang atau banjir besar, disebut demikian karena banjir menyebabkan seluruh rumah penduduk didesa, dan sekolah terendam banjir selama lebih kurang seminggu, selama banjir itu masyarakat yang memang sudah terbiasa dengan kejadian banjir ini, menggunakan perahu sebagai alat transportasi-nya, mereka tetap bekerja seperti biasa, berjualan sayur, ikan dll diatas perahunya, menggunakan perahu untuk menjalankan aktivitas keseharian-nya, dan tampaknya banjir di-desa ini tidak dirasakan masyarakat sebagai petaka atau bencana, melainkan suatu mekanisme alam yang memang sudah sering digeluti setiap tahunnya, karena kondisi geografis desa tersebut. dan mungkin inilah juga penyebab seluruh masyarakat didesa tersebut tidak ada yang memiliki rumah beton yang rendah, semuanya penduduk memiliki rumah panggung yang berketinggian beberapa meter dari atas tanah.......

Banjir yang s selalu kutunggu, karena banjir itu jugalah yang membuatku bisa berenang, walaupun awalnya sempat membuatku hampir tenggelam karena dulu aku belum bisa, tapi aku merasa bersyukur karena sering mandi air banjir sejak smp aku sudah mahir berenang, sampai sekarang jika banjir disana, aku merasa senang sekali, aku bisa naik perahu mengelilingi desa, mencari buah-buah jambu yang jatuh hanyut dipinggiran kandang rumah nenek, sampai mandi dan berenang-renang setiap harinya.
beda sekali dengan banjir yang terjadi dikotaku, banjir yang menyebabkan jalanan macet, karena kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor kesusahan melewati-nya, banjir yang menyebabkan hampir semua orang merasa terganggu karenanya, banjir yang selalu menjadi alasan bagi para pekerja yang terlambat datang ke-kantornya, dst..dst.

Pagi ini, aku ingin berterima kasih...
Terima kasih kepada jalanan kota palembang yang selalu macet parah tiap kali datang hujan dan banjir, dan akan selalu menjadi teman setia untuk berlatih kesabaran.


Read More......

Monday, November 17, 2008

About Loosing and Little Turtle



Ketika saya dihadapkan dengan kehilangan, kehilangan seekor kura-kura kecil yang beberapa bulan ini saya pelihara
, hanyalah seekor kura-kura biasa, tidak lebih. Namun banyak menerbitkan senyumku tiap kali melihatnya, kura -kura yang hanya berdiameter tidak lebih dari 7 cm ketika pertama kali kudapat, yang akhirnya harus kurelakan hilang karena kecerobohanku sendiri. kemudian membuatku merenungi-nya, dan tak kupungkiri bahwa aku kehilangan, ya .. kita semua pasti pernah dihadapkan dengan kejadian yang bertajuk "kehilangan", kehilangan benda, kehilangan sahabat, karir, keluarga, orang-tua dan orang - orang terkasih. Dan membuat Begitu banyak orang yang takut akan kehilangan, berbicara mengenai apa saja yang harus kita tinggalkan, kita berpikir mengenai kekasih hati, keluarga yang kita cintai, harta yang sudah kita tumpuk bertahun-tahun, karier yang menanjak serta popularitas yang tak perlu diragukan lagi. Hal-hal inilah sebenarnya yang lebih membuat kita takut untuk menghadapi kehilangan dan bukan kehilangan itu sendiri. padahal tidak ada sesuatu yang bisa kita pertahankan secara abadi, Seperti matahari yang terbit tentu ada saat dimana dia tenggelam. Semua berubah tidak ada yang kekal. Semua yang ada awal akan berakhir.

Memaknai bagaimana untuk mengikhlaskan suatu kehilangan tentunya saya pun akan susah mendefinisikan, mengikhlaskan-nya yang seperti apa, tapi menurutku mengikhlaskan kehilangan itu sendiri adalah dengan cara bersyukur, bagaimana mungkin kita mensyukuri sesuatu yang hilang? hal yang sangat melekat dan harus kita tinggalkan? tentulah susah bukan, tapi menurutku yang kita harus syukuri adalah bahwa masih banyak hal -hal lain yang masih ada melekat bersama kita dan terus menjadi bagian dalam hidup, bersyukur karena hanya kehilangan seekor kura-kura kecil, bukan kehilangan pacar, bersyukur karena kehilangan uang didalam dompet bukan kehilangan seluruh isi tabungan, bersyukur karena kehilangan seorang sahabat, bukan kehilangan seluruh sahabat,dan kita pun masih bisa bersyukur karena setelah kehilangan orang yang selama ini menjadi tumpuan hidup, menafkahi dan menjadikan diri kita seperti sekarang, kita ternyata menjadi lebih mandiri dan tangguh.....

Jika saya ditanya, apakah kamu siap untuk kehilangan? kehilangan hal-hal yang seperti saya sebutkan diatas ? terus terang jawabannya saya belum siap, tidak ada orang yang siap dan mau menerima jika ditanya mengenai hal- hal seperti ini, karena apa? jawabannya karena ego. kita melekat dengan apa yang menjadi bagian dalam hidup, kita belum mampu melepaskan, berharap semuanya akan selalu ada menemani diri, Tapi ketika nanti kita telah berhadapan dengan situasi seperti ini, membuat kita dihadapkan dengan hanya satu pilihan, pilihan yang menuntut kita untuk menerima, menjalani, merelakan, mengikhlaskan. mau tidak mau, yah begitulah sejatinya kehilangan.

Lantas, setelah kita dihadapkan dalam suatu kehilangan, contoh: kehilangan sesuatu yang sangat kita sayangi dan cintai, anggaplah kekasih. Saya rasa adalah manusiawi bila merasakan kesedihan, perasaan ketidak-berdayaan, menyesal, bahkan sering membuat kita kehilangan spirit untuk berkontinuitas, dll, dst. tetapi apakah kita akan terus membiarkan diri kita terus menerus terkungkung dalam ketidakberdayaan dan memilih untuk berpaku? lalu hal-hal semacam ini terus menerus membuat kita untuk berhenti melaju? dan masing - masing tentunya memiliki pilihan, ada yang terus melaju, ada yang berhenti sejenak, ada yang memilih untuk tidak meneruskan langkah lantas berpaku. dan masing -masing pun telah dihadapkan dengan konsekuensi atas pilihannya sendiri - sendiri itu.

Kehilangan seperti halnya kematian adalah bagian dari proses, proses yang membuat diri kita menjadi bertumbuh, sejatinya adalah menempatkan diri kita menghadapi suatu fase baru, ya... seperti halnya buku, yang terdiri atas beberapa Bab. Bab itulah yang membawa kita melaju dan terus melaju menjalani suatu babak baru, lantas setelah kita melewati proses itu dan telah melewati chapter-chapter sebelumnya, hingga nanti akan membuat kita tersenyum dan menemui bahwa ada rahasia didalam tiap-tiap bab tersebut, yang tentunya tidak akan kita ketahui jika belum kita baca.

Akhirnya saya mengerti, mungkin memang begitulah cara alam bekerja, ada keseimbangan didalam elemen-elemennya, ada yang datang ada yang pergi, pertemuan - perpisahan, memiliki dan kehilangan,
hidup - mati, semuanya balanced semuanya berotasi, dan semuanya tentulah pencipta telah mengaturnya, sebaik mungkin.
Seperti halnya kanvas, yang dipenuhi warna-warna, begitulah hidup memiliki jutaaan warna- warna didalamnya, dan tentunya membuat hidup kita akan semakin kaya warna setelah melewati bermacam hal -hal yang sebenarnya adalah bagian dari proses hidup itu sendiri, setelah segala sesuatu yang telah terjadi dan dapat kita lalui dengan baik, maka akan semakin kaya-lah hidup kita dengan tools, maka semakin matanglah kita dalam bertumbuh, bertumbuh untuk menjadi manusia yang sebenarnya manusia, manusia yang lebih baik tentunya.

Lantas kura-kura kecil yang hilang tadi? ya..biarlah, dia sudah menjadi penghuni dalam suatu ekosistem yang baru didalam environment yang baru pula, biarlah toh...aku juga akan mendapat gantinya nanti, beberapa ekor kura-kura brazil kecil beserta tempatnya sebuah aquarium kecil. Dan untuk kali ini aku berjanji akan benar-benar menjaga dan merawatnya dengan baik dan tak akan kubiarkan hilang lagi.



Read More......